Selasa, 20 Oktober 2009

dengan apa lagi harus kunyatakan cinta?

Allah...

bahkan dengan bahasa cintaku yang paling sederhana

ingin kuterjemahkan segumpal rindu ini padamu

gumam tanya, gaung sonor di ruang surau

dengan bentuk sesederhana apa cinta ini harus kusuarakan?

Bahkan hampa, gelisah saat memandang

sederet manusia, bertahta di warung kopi hingga petang membayang dan adzan memenuhi negeri dengan suara lelah,akan panggilan yang diabaikan

lalu dengan bahasa cinta apa akan kuisyaratkan rindu untuk serambi mekah?

ia mulai karam

saat aku memandang pintu mesjid, surau, mushalla,langgar

aku terkesiap,sebab daun pintu, jendela, bahkan mimbar mulai berdebu

maka dengan bahasa cinta mana lagi akan kunyatakan?

atau bahasa cintaMu, bersama tasbih ombak yang menggunung

lebih menyentuh hati para pecinta

dan aku, tidak lagi punya puisi cinta untuk disentakkan

hanya doa dan satu pinta

suatu hari kelak, hanya ayat-ayatMu yang menggema,

yang mampu mengalahkan kepulan asap rokok dan tawa yang menggema Maghrib...

4 komentar:

  1. dan hanya pada satu usaha, utk melihat matahari pada ufuk yang sama,
    di bumi Allah

    BalasHapus
  2. vespa tua,hhehehe...g tw mw panggil apa. tidak semua memang harus dimengerti

    BalasHapus