Sabtu, 04 Juli 2009

Mencari Spirit Penyembuh yang Hilang

Dokter, mungkin bukan sekedar profesi. Di masa lalu, dokter adalah dewa yang dihormati. Di masa kini, dokter tetap dewa. Tapi dewa yang dapat dipersalahkan, dapat dituntut, bhkn dijebloskan ke penjara saat melakukan kesalahan fatal: malpraktek

Patch Adams dalam bukunya yang juga berjudul Patch Adams, menyebutkan beberapa masalah kedokteran modern, diantaranya; terlalu kaku hingga anti humor, tidak mau menjalin kedekatan dengan pasien secara emosional, tidak ada tempat untuk basa-basi, menjadi dewa hingga berjarak dengan para staf di dunia kesehatan (perawat,staf administrasi,dll), terlalu dikhawatirkan dengan masalah penyakit dan malpraktik hingga menganggap pasien bukan lagi manusia, tapi hanya suatu atau kumpulan penyakit, mementingkan efisiensi dalam dunia jasa seperti mesin, uang diatas manusia, hingga sistem pendidikan kedokteran yang tidak mampu mencetak dokter yang bekerja dengan 'hati'.

"...tragisnya kami sebagai mahasiswa sedikit demi sedikit dicetak menjadi dokter yang menurut saya tidak berperikemanusiaan. Staf rumah sakit tidak dirancang untuk bekerja sama sebagai tim untuk menyembuhkan penyakit. Dokterlah yang dianggap tahu semua jawaban dan memerintah orang-orang di sekelilingnya,sering kali dengan kasar. Pemikiran semacam ini-dokter sebagai seorang pahlawan yang menyelamatkan pasien-MERUSAK karena menanamkan keyakinan, pada mahasiswa dan dokter, bahwa dokter memiliki smua jawaban. Tidak ada ruang untuk kerendahan hati atau kesalahan." (Patch Adams)

Lebih lanjut, Patch mengkritik sistem koas yang menurutnya tidak berperikemanusiaan. Serombongan orang berbaju putih menyerbu satu pasien yang ketakutan. Ssehingga dia menolak untuk melakukan kunjungan secara eksklusif, tapi memilih untuk mendekati pasien secara personal, dekat dengan mereka, hingga ke pijitan lembut sebagai bahasa kasih non verbal.

Saya tidak tahu bagaimana dunia koass di Indonesia. Juga dunia kedokteran yang sesungguhnya, karena status saya masih mahasiswa, tapi patch tahu. Dan jika memang dunia kesehatan telah berkembang begitu menyesakkan, mungkin perubahan memang diperlukan.

Patch memilih perubahan, tidak menunggu orang lain memulai untuknya. Maka didirikannya Gesundheit Institute, yang menyimpan semua harapan hidupnya akan sebuah hubungan kemitraan yang dibangun atas dasar persahabatan, kepercayaan, kegembiraan, hingga pengobatan holistik yang GRATIS! Dan untuk itu, Patch membayarkan seumur hidupnya. Untuk sebuah impian yang terlihat utopis,sebuah rumah sakit (mungkin lbh enak disebut hospital,rumah sakit berkesan negatif), yang dirintis dari tahun 1971 hingga 2009 ini dan belum selesai (38 tahun untuk sebuah impian!!!)

Patch, impian, dan bukunya sendiri adalah sebuah referensi yang bagus,teramat bagus untuk para dokter, mahasiswa kedokteran, dan masyarakat umum yang memimpikan sebuah pelayanan kesehatan yang berbasis hati. Kedekatan dokter dengan pasiennya yang lebih emosional, kunjugan penuh persahabatan.Terus terang, saya juga merindukannya...

Di Indonesia, adakah yang telah memulai mendobrak tembok ini???

Untuk menutup tulisan ini, saya quote kata2 Patch Adams, seorang dokter, badut, penghibur, dan pemimpi yang luar biasa:

"RAhasia hidup adalah memiliki suatu tugas, demi tugas itu kau curahkan seluruh hidupmu untuk mengerjakannya, demi tugas itu kau berikan segalanya, di setiap menit hidupmu sepanjang sisa hidupmu. Dan yang paling penting adalah, tugas itu adalah sesuatu yang TIDAK MUNGKIN Anda kerjakan" (Patch ADAMS)

*gambar dari:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar