Kamis, 25 Desember 2008

Love will set you free...

Love will set you free...

Benarkah?

Lalu apa yang dapat dikatakan, saat cinta mengukung dengan sedekimian hebatnya, hingga terasa menyakiti?

Ketika cinta berpaling,maka siapakah yang paling merasa sakit?

Tentunya yang mencintai, dan bukannya yang dicintai.

Maka dimanakah: Love will set you free?

Tidak ada perasaan merdeka yang benar-benar dalam suatu cinta. Selalu ada rasa cemburu, resah, kebosanan,dan curiga.

Love will set you free?

Free?

Mungkin, hanya ada satu cinta yang akan selalu membebaskan. Dan itulah cinta yang benar2 hakiki.  Cinta pada Illahi Rabbi. Yang akan membebaskan. Dan selalu indah, bahkan sebelum waktunya benar-benar indah.

Love will set you free...

Believe?

Insya Allah...

Sabtu, 20 Desember 2008

Harun Yahya Akan Dipenjara???

Di tengah hari yang indah dalam aktivitas yang masih sangat padat, saya mendapatkan sebuah berita aneh ketika membuka email.

Adnan Oktar alias Harun Yahya terancam dipenjara tiga tahun! Dalam artikel itu, disebutkan bahwa karya-karya harun yahya dianggap menyebarkan kebencian dan fitnah.

Membaca artikel itu, saya berpikir,Benar atau sekedar hoax ya?

Memang Harun Yahya telah berkali-kali dijebak dalam makar kaum kuffar. beliau pernah masuk penjara karena sejumlah besar kokain ditemukan di rumahnya. Beliau juga pernah dijebloskan ke rumah sakit jiwa. Begitu banyak makar yang telah dilaluinya, dan Alhamdulillah Allah menyelamatkannya hingga sekarang.

Dan ini, apalagi?

Rabu, 03 Desember 2008

Sentuhlah Dia Tepat di Hatinya

Seorang dosenku pernah berkata,"Bukan hi-tech masalah kita. Tapi Hi-Touch."

Touch. Sentuhan.

Ya,semakin lama,saat jaman bergeser ke arah kemajuan,

semakin canggih teknologi kita,

maka ada yang semakin hilang.

Perhatian yang semakin berkurang...

Dan sentuhan pada manusia...

Dosen ini bercerita tentang suatu kasus di rumah sakit. Saat ini teknologi dalam bidang pengobatan tengah berkembang dengan pesatnya, dan banyak peralatan medis yang dapat dioperasikan otomatis. Dengan satu tombol, data tentang tekanan darah pasien, denyut nadi,suhu tubuh dan sebagainya dapat terukur. Cepat dan akurat. Dokter tidak lagi harus menjelajahi satu lengan pasien untuk mencari denyut nadi. Tidak perlu lagi meraba dahi pasien untuk merasakan suhu tubuh. Semua dapat dilakukan dengan satu tombol.

ya, hanya dengan satu tombol.

Tapi apa yang terjadi?

Suatu hari alat pengukur tekanan darah di rumah sakit itu rusak, dan dokter ini tidak diberitahu. Dia datang pagi-pagi dan langsung dihadapkan dengan pasien. Sedikit menekan tombol, dia telah mendapatkan data tekanan darah, denyut nadi,dll dari si pasien. Semua terlihat normal. 

Hanya beberapa waktu berselang, pasien tersebut meninggal dunia. Dan sang dokter baru diberitahu bahwa alat tersebut rusak setelahnya.

See?

Dalam dunia kesehatan, masalah tekanan darah adalah suatu masalah yang memilki urgensi sangat tinggi. Tekanan darah yang tidak terkendali, merupakan suatu gejala gangguan sistem kardiovaskular (jantung-pembuluh darah). bicara tentang jantung dan pembuluh darah, maka itu adalah pekerjaan kedaruratan dimana nyawa manusia dipertaruhkan. Ketepatan yang dibutuhkan menyangkut menit. Dalam 4 menit jantung berhenti, kematian sel-sel otak (biologis) terjadi, pasien lewat. Dalam 4 menit atau maksimal 6 menit, sebuah keluarga dapat kehilangan orang-orang yang dia cintai.

Mungkin sedikit sentuhan bisa menyelesaikan segalanya. Tanpa bermaksud berandai-andai, jika si dokter ini sempat sedikit saja meraba pergelangan tangan pasien ini, dia akan tahu bahwa denyut nadinya abnormal. Tindakan kedaruratan dapat segera dilakukan dan pasien ini akan dapat melewati krisis. Tapi ia tidak melakukannya. Dan ini salah.

Dan berapa banyak sentuhan dalam hidup yang dapat menyelamatkan nyawa seseorang?

Bahkan yang bukan dokter pun dapat melakukannya.

Dalam insidensi kasus bunuh diri di kota-kota besar, sebagian orang yang melakukannya adalah orang-orang yang kesepian. Bagaimana seseorang dapat merasa sepi?

Saat hidupnya sepi dari sentuhan, bahkan sentuhan verbal.

Saya ingat sebuah kisah di Chicken Soup for Teen Soul,

Seorang siswi SMU yang tengah mengalami depresi hebat memutuskan untuk bunuh diri. Di malam tahun baru, di saat kedua orang tuanya keluar rumah untuk menghadiri sebuah acara, dia memutuskan bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan.

Nah, dia keluar rumah dengan hati hancur. Sebelum mati, ia ingin meninggalkan surat untuk orang tuanya. Maka ia membuka kotak surat.

Di dalamnya ada beberapa surat, dan salah satu surat itu ditujukan untuknya.

Jantungnya berdentang-dentang seperti bunyi bel raksasa. Seumur hidup dia tidak punya teman, dan tidak ada yang bicara dengan tulus padanya, apalagi menulis surat.

Isi suratnya sederhana: tawaran untuk berteman.

Dan dia masuk ke rumahnya. Hari itu, ia memutuskan untuk tetap hidup.

See again?

Ada sentuhan verbal di sana. Sentuhan yang membawa "kehidupan" bagi manusia lain. Dan yang bukan dokter pun dapat melakukannya.

Siapa saja dapat melakukannya.

Jadi, sentuhlah orang-orang yang ada di dekatmu. Karena satu sentuhan dapat membwakan makna yang begitu besar dalam hidup.