Senin, 13 Juli 2009

Dengarkan, Selamatkan Hidupnya

Saat ingin didengar,
tidak banyak orang di dunia ini ternyata yang bersedia mendengarkan

Mengapa? sebab mendengarkan ternyata tidak semudah yang diduga
karena mulut begitu aktif
Lidah begitu sibuk menarikan tarian huruf dan siulan

Mendengar itu PENTING
sebab tidak ada cara berkomunikasi
antara 2 orang yang saling berteriak

Mendengar itu HARUS
sebab Tuhan menciptakan 2 telinga dan satu mulut
bukan 2 mulut dan satu telinga

Mendengar itu SEDERHANA
sebab tidak perlu gerak otot yang agresif
cukup duduk,tatap wajahnya, dan tunjukkan bahwa kamu tahu apa yang ia rasakan
tidak persis mengerti, tapi kamu paham kalau dia menangis
dan tidak ada pertanyaan:kenapa??

Mendengar itu MENYELAMATKAN
sebab ternyata kebanyakan orang yang mengakhiri hidupnya dalam kesedihan
rupanya memiliki impian sederhana untuk DIDENGAR

Jadi,dengarkan...
sejenak saja.
Mungkin hal sederhana ini,adalah penyelamat hidup seseorang yang entah

Mungkin saja kan?
Kamu tidak akan pernah tahu

Gambar diambil dari: http://davidbudinugroho.files.wordpress.com/2008/11/telinga.jpg

Sabtu, 04 Juli 2009

Mencari Spirit Penyembuh yang Hilang

Dokter, mungkin bukan sekedar profesi. Di masa lalu, dokter adalah dewa yang dihormati. Di masa kini, dokter tetap dewa. Tapi dewa yang dapat dipersalahkan, dapat dituntut, bhkn dijebloskan ke penjara saat melakukan kesalahan fatal: malpraktek

Patch Adams dalam bukunya yang juga berjudul Patch Adams, menyebutkan beberapa masalah kedokteran modern, diantaranya; terlalu kaku hingga anti humor, tidak mau menjalin kedekatan dengan pasien secara emosional, tidak ada tempat untuk basa-basi, menjadi dewa hingga berjarak dengan para staf di dunia kesehatan (perawat,staf administrasi,dll), terlalu dikhawatirkan dengan masalah penyakit dan malpraktik hingga menganggap pasien bukan lagi manusia, tapi hanya suatu atau kumpulan penyakit, mementingkan efisiensi dalam dunia jasa seperti mesin, uang diatas manusia, hingga sistem pendidikan kedokteran yang tidak mampu mencetak dokter yang bekerja dengan 'hati'.

"...tragisnya kami sebagai mahasiswa sedikit demi sedikit dicetak menjadi dokter yang menurut saya tidak berperikemanusiaan. Staf rumah sakit tidak dirancang untuk bekerja sama sebagai tim untuk menyembuhkan penyakit. Dokterlah yang dianggap tahu semua jawaban dan memerintah orang-orang di sekelilingnya,sering kali dengan kasar. Pemikiran semacam ini-dokter sebagai seorang pahlawan yang menyelamatkan pasien-MERUSAK karena menanamkan keyakinan, pada mahasiswa dan dokter, bahwa dokter memiliki smua jawaban. Tidak ada ruang untuk kerendahan hati atau kesalahan." (Patch Adams)

Lebih lanjut, Patch mengkritik sistem koas yang menurutnya tidak berperikemanusiaan. Serombongan orang berbaju putih menyerbu satu pasien yang ketakutan. Ssehingga dia menolak untuk melakukan kunjungan secara eksklusif, tapi memilih untuk mendekati pasien secara personal, dekat dengan mereka, hingga ke pijitan lembut sebagai bahasa kasih non verbal.

Saya tidak tahu bagaimana dunia koass di Indonesia. Juga dunia kedokteran yang sesungguhnya, karena status saya masih mahasiswa, tapi patch tahu. Dan jika memang dunia kesehatan telah berkembang begitu menyesakkan, mungkin perubahan memang diperlukan.

Patch memilih perubahan, tidak menunggu orang lain memulai untuknya. Maka didirikannya Gesundheit Institute, yang menyimpan semua harapan hidupnya akan sebuah hubungan kemitraan yang dibangun atas dasar persahabatan, kepercayaan, kegembiraan, hingga pengobatan holistik yang GRATIS! Dan untuk itu, Patch membayarkan seumur hidupnya. Untuk sebuah impian yang terlihat utopis,sebuah rumah sakit (mungkin lbh enak disebut hospital,rumah sakit berkesan negatif), yang dirintis dari tahun 1971 hingga 2009 ini dan belum selesai (38 tahun untuk sebuah impian!!!)

Patch, impian, dan bukunya sendiri adalah sebuah referensi yang bagus,teramat bagus untuk para dokter, mahasiswa kedokteran, dan masyarakat umum yang memimpikan sebuah pelayanan kesehatan yang berbasis hati. Kedekatan dokter dengan pasiennya yang lebih emosional, kunjugan penuh persahabatan.Terus terang, saya juga merindukannya...

Di Indonesia, adakah yang telah memulai mendobrak tembok ini???

Untuk menutup tulisan ini, saya quote kata2 Patch Adams, seorang dokter, badut, penghibur, dan pemimpi yang luar biasa:

"RAhasia hidup adalah memiliki suatu tugas, demi tugas itu kau curahkan seluruh hidupmu untuk mengerjakannya, demi tugas itu kau berikan segalanya, di setiap menit hidupmu sepanjang sisa hidupmu. Dan yang paling penting adalah, tugas itu adalah sesuatu yang TIDAK MUNGKIN Anda kerjakan" (Patch ADAMS)

*gambar dari:

Senin, 22 Juni 2009

MencariNya dengan Sederhana

Aku pernah duduk dalam sisi tergelap hidup
Benar-benar gelap
Tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaan dangkal tentang apa itu Tuhan, darimana manusia berasal, apa itu agama, kedangkalan-kedangkalan dari manusia bodoh
Saat benar-benar tidak tahu arah tujuan
Pilihanku hanya dua:
menjadi orang yang terbuang atau mati


Lalu Allah menyelamatkanku...

Dengan caraNya yang indah dan menakjubkan, Ia menyelamatkanku dari kegelapan pikiranku sendiri.
Diajarinya aku bahwa kesederhanaan selalu lebih baik
Bahwa untuk mencariNya tidak perlu bergaul dengan setan, berdoa sudah cukup
Dia memberitahuku bahwa kerendahan hati dalam menyikapi pemahaman akan Al-Qur'an dan hadits jauh lebih baik dari sikap sombong dan tak acuh
Diberikannya aku kepolosan akal dan jiwa yang jernih
Lalu dilepaskannya aku dengan cintaNya

Dalam sekejap, aku mulai kembali merangkak, seperti bayi kembali
Belajar bahwa dunia hanya sementara
Bahkan kematian tidak seburuk yang terlihat
Tentang manusia, pemikiran, kesombongan, dan keinginan2 mereka
tentang thagut, konspirasi, politik...
Dan Ia mengajariku untuk tetap tegak saat yang lain terjatuh
Ia membelaiku saat aku ketakutan dan lelah, dengan ayat-ayatNya dan keajaiban kecil dalam hidup setiap harinya
Aku hanya perlu mendekatiNya dengan cara yang mudah, bahkan tidak perlu biaya

Ia begitu mencintai dan menjagaku...

Hingga aku tahu bahwa aku akan baik-baik saja tanpa siapapun, cukup dengan Dia saja
Dan bahwa keinginan serta pilihanNya akan hidupku adalah yang terbaik
Betapapun hal-hal itu terlihat buruk bagiku

Saat ini aku berpikir: apakah Ia mencintai manusia lain sebaik mencintai diriku?
Saat aku melihat ke sekelilingku, aku takjub melihat begitu banyak cintaNya pada dunia di sekitarku
Bahkan pada orang-orang yang tidak menyadari dan tidak mau mengerti
Dan Dialah: ALLAH


Thanks for the Life, and All parts of Life, Allah...